Know more!

Prinsip pengobatan yang Islami:

1. Yakinlah, bahwa pemberi kesembuhan adalah Alloh, semata.

Hakikat kesehatan itu dari Alloh, sedangkan berikhtiar untuk mencari penyembuhan adalah syariatnya.”

2. Menggunakan obat yang halal lagi tahyyib

3. Tidak menimbulkan mudharat

4. Pengobatan tidak bersifat bid’ah, tahayul, dan churafat

Sehat Ala Rasulullah

Islam  adalah agama yang kamil. Segala sesuatu dalam ini, telah secara rinci diatur dalam Kalam-Nya dan al-Hadist. Termasuk dalam hal kesehatan dan pengobatannya. Setiap kesulitan, pasti akan ada kemudahannya. Pun dengan penyakit. Setiap penyakit pasti ada obatnya. Maka, sepatutnya jika kita diberikan suatu kesakitan, kita tidak boleh berputus asa. Sebagaimana termaktub dalam firmannya.

Selain itu, Rasulullah juga mengajarkan umatnya umatnya untuk melakukan pengobatan sesuai dengan yang disyariatkan olehnya. Metode ini juga sering dikenal dengan Thibbun Nabawi. Ada 3 metode yang dilakukan oleh Rasulullah yang diriwatkan dari Said Bin Jubair, dari Ibnu Abbas, dari Nabi Sholallahu alaihi wasalam.

Kesembuhan itu ada 3:

  1. Dengan meminum madu (bisyurbata ‘asala)
  2. Sayatan pisau hijamak (syurota mihjam) / bekam
  3. Dengan besi panas (kayta naar), dan aku melarang uamtku melakukan pengobatan dengan besi panas

Health is The Secret Crown

“Kesehatan merupakan kerajaan yang tersembunyi, mahkota bagi orang-orang yang sehat; yang tidak dapat dilihat, kecuali oleh orang yang sakit”

Ya, sehat adalah salah satu nikmat yang sering dilupakan oleh manusia, sebagimana hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua nikmat, banyak orang tertipu pada keduanya. yaitu (nikmat) sehat dan luang waktu”

Ketika kita sehat, kita seringkali lalai dengan nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh-Nya. Rasanya badan ini milik kita sendiri, kesehatan ini kita dapatkan sendiri. Merasa ujub dengan kesehatan yang dimiliki. Namun, manakala kita sakit, barulah kentara bahwa kita telah kehilangan mahkota. Kita akan merasa iri kepada orang-orang yang sehat. Mereka punya mahkota yang sangat indah, sementara kita mungkin telah melalaikan dan membiarkan mahkota itu terbuang begitu saja. Mahkota yang kita miliki sudah terlanjur dicampakan. Karena kita sungguh telah  mendustai nikmat-Nya. Maka bersyukurlah, selagi kita masih diberikan kesehatan. Dan manfaatkanlah agar nikmat sehat itu benar-benar bermanfaat untuk diri kita ;).